Kegiatan Pramuka : Mengenal Estafet Tunas Kelapa (ETK) - Lombapramuka.id

Estafet Tunas Kelapa adalah tindak lanjut dari gerak jalan nonstop cikal yang tercipta dari sebuah nilai kepahlawanan Jendral Soedirman.

 Salam Pramuka !

Hallo kakak-kakak, bagaimana kabarnya hari ini ? semoga tetap sehat selalu ya. Jangan lupa tetap jaga kesehatan dan jangan lupa untuk selalu bahagia. Oke pada artikel kali ini lombapramuka.id akan membahas mengenai salah satu kegiatan pramuka yaitu extafet tunas kelapa

Pengertian & Sejarah Estafet Tunas Kelapa (ETK)

Estafet Tunas Kelapa adalah tindak lanjut dari gerak jalan nonstop cikal yang tercipta dari sebuah nilai kepahlawanan Jendral Soedirman pada saat gerilya mengusir penjajahan dari Negara Indonesia. Dengan adanya estafet tunas kelapa ini diharapkan dapat mengenang rute atau alur perjalanan gerilya para pejuang kita pada zaman dahulu untuk merebut kemerdekaan dari tangan para penjajah. Rute gerilya pada waktu itu adalah mencakup wilayah salatiga, kedal, semarang, demak, jepara, kudus, pati, rembang, dan grobogan.

Estafet tunas kelapa yang berwujud gerak jalan ini memiliki tujuan memupuk rasa cinta tanah air serta melatih mental dan fisik bagi para pesertanya. Estafet tunas kelapa ini dilakukan dengan membawa cikal atau bibit tanaman kelapa yang memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk bisa menanam pohon kelapa, mengingat bahwa pohon kelapa ini memiliki banyak manfaat dan hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan mulai dari akar hingga ujung daunnya.

Sejak tahun 1968 estafet tunas kelapa ini dilakukan dengan formasi 9-20-14-8 yaitu 9 orang pembawa bendera merah putih, 20 orang membawa bendera pramuka, 14 orang membawa tunas kelapa dan 8 orang membawa tongkat pramuka. Nah perlu diketahui angka-angka tersebut memiliki filosofi sejarah pramuka yaitu angka 9 artinya 9 Mei 1961 yakni hari musyawarah organisasi kepanduan seperti PKBI, Pandu Rakyat dan lain sebagainya. Angka 20 artinya kesuksesan dalam musyawarah organisasi kepanduan yang berhasil menyatukan dalam satu wadah organisasi. Angka 14 artinya 14 Agustus 1961 yaitu dimana terjadi pengukuhan gerakan pramuka atau praja muda karana. Angka 8 artinya bulan agustus yang mengandung makna bulan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Maksud Estafet Tunas Kelapa

Maksud dari diselenggarakannya estafet tunas kelapa tidak bukan dan tidak lain adalah untuk lebih memasyarakatkan gerakan pramuka sebagai wadah pendidikan generasi muda, sebagai penerus perjuangan bangsa yang berjiwa dan berwatak pancasilais.

Tujuan Estafet Tunas Kelapa

Kegiatan estafet tunas kelapa memiliki tujuan sebagai berikut ini :

  1. Meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
  2. Meningkatkan potensi spiritual, mental, emosional, fisik, dan sosial anggota pramuka melalui aktivitas, pengetahun, keterampilan dan lain sebagainya.
  3. Meningkatkan semangat, persaudaraan, persatuan dan kesatuan baik sesama anggota pramuka maupun dengan masyarakat
  4. Mewujudkan secara nyata Dasa Dharma Pramuka
  5. Mengokohkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia

Formasi Barisan Estafet Tunas Kelapa

  1. Dwi Satya = pembawa spanduk bertuliskan tema
  2. Tri Satya = pembawa bendera merah putih
  3. Pembawa pataka ETK
  4. Pembawa bendera pramuka
  5. Darma = pembawa tunas kelapa 10 orang, satu orang merangkap sebagai pimpinan regu
  6. Bindamping Regu ETK : * pembawa bendera morse, dengan warna dasar putih strip hitam, untuk pemberangkatan pasukan (start) * pembawa satu tas ransel berisi peralatan kepramukaan dan obat-obatan
  7. Pasukan pendukung dan penggembira, jumlah dan pengaturannya diserahkan sepenuhnya sesuai keadaan daerah yang bersangkutan.

Perlengkapan Estafet Tunas Kelapa

Peserta

  1. Peserta estafet tunas kelapa adalah seluruh kwartir daerah di Indonesia yang terdiri dari anggota muda dan anggota dewasa serta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan pramuka
  2. Setiap estafet menyiapkan pasukan inti sebanyak 17 orang
  3. Susunan pasukan terdiri dari pramuka siaga, penggalang, penegak/pandega serta pembina
  4. Pasukan pendukung (anggota pramuka) dan pasukan penggembira (masyarakat) disesuaikan dengan situasi dan keadaan kwartir.
Pakaian

  1. Pakaian peserta inti, seragam pramuka
  2. Pasukan pendukung, beridentitas pramuka
  3. Penggembira, rapi dan sopan
  4. Kelompok seni/olahraga/ormas pemuda, sesuai dengan kebutuhan (rapi dan sopan)
Perlengkapan

Masing-masing kwartir menyediakan :

  1. Sebuah spanduk ukuran 1x3 m dengan isi mengangkat tema hari pramuka
  2. Bendera merah putih ukuran 80x120 cm dipasang pada tiang setinggi 225cm
  3. Bendera pramuka ukuran 75x105 cm, dipasang pada tiang setinggi 215 cm
  4. Pataka ETK merupakan pengembangan dan inovasi dari panji pramuka
  5. Tunas kelapa, 10 buah dan disipkan pada ransel yang terbuat dari anyaman
  6. Bendera morse, dengan warna dasar putih strip hitam, untuk start
  7. Satu tas ransel berisi peralatan kepramukaan dan obat-obatan

Susunan Acara Keberangkatan

Peserta yang hadir :

  1. Mabida/Mabicab/Mabiran dan lain-lain
  2. Anggota muda : Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega
  3. Anggota Dewasa : Pembina, Andalan, Instruktur, Pamong dll
  4. Organisasi kemasyarakatan
  5. Pembina Upacara Ketua Mabida/Mabicab
Acara :

  1. Pasukan disiapkan dalam formasi upacara dan pasukan inti ETK sesuai formasi yang ditetapkan
  2. Pembina upacara menempatkan diri
  3. Penghormatan Umum
  4. Menyanyikan Hymne Pramuka
  5. Laporan Pemimpin Upacara
  6. Laporan Panitian ETK daerah
  7. Sambutan pembina upacara
  8. Pengucapan tema ETK oleh pembina upacara dan diikuti oleh seluruh peserta upacara
  9. Penyerahan pataka ETK dari pembina upacara kepada petugas pembawa tunas kelapa
  10. Pembacaan Do'a
  11. Laporan pemimpin upacara
  12. Penghormatan Umum
  13. Pembbina upacara menuju tempat start
  14. Pengibasan bendera start oleh Bin Up
  15. Upacara selesai

Acara Timbang Terima

Model 1 - Jumlah anggota terbatas

Tempat dan penyelenggaraan
  1. Tempat : Perbatasan daerah atau kota yang disepakati
  2. Penyelenggara : Penangung jawab penyelenggaraan adalah kwartir yang menerima ETK
Peserta yang Hadir : Kwartir Penerima
  1. Mabida/Mabicab/mabiran, dll
  2. Anggota muda : Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega
  3. Anggota Dewasa : Pengurus kwartir, Pembina, Andalan, Instruktur, Pamong dll
  4. Organisasi kemasyarakatan
  5. Kwartir yang menyerahkan : Mabida/Mabicab/Mabiran/Pimpinan Kwartir, Andalan dll
Formasi Upacara
  1. Pasukan yang akan menerima (17 orang) dengan segala perlengkapan kecuali pataka
  2. Pembawa pataka dari kwartir yang akan menyerahkan hadir ditempat serah terima
Susunan Acara
  1. Pembina Upacara menempatkan diri. 
  2. Penghormatan kepada Pembina Upacara, dipimpin oleh Ketua Regu Penerus (pasukan yang sudah siap di lapangan)
  3. Menyanyikan Hymne Pramuka
  4. Penyerahan Pataka Estafet kepada pembina upacara.
  5. Pengucapan thema ETK (Dengan Estafet Tunas Kelapa kita wujudkan Satu Pramuka untuk Satu Indonesia, Jayalah Indonesia), oleh Pembina Upacara diikuti oleh peserta upacara
  6. Penyerahan Pataka dari Pembina Upacara kepada Petugas pembawa Pataka
  7. Penghormatan Umum Kepada Pembina Upacara.
  8. Pembina Upacara menuju tempat pemberangkatan Estafet/garis start. diikuti para tamu undangan.
  9. Pendamping ETK penerus, menyerahkan bendera Start kepada Pembina Upacara. 
  10. Pembina mengibaskan bendera start
  11. Selesai

Model 2 - Jumlah anggota lengkap (17 orang)


Tempat dan penyelenggaraan
  1. Tempat : 5 Km dari pemberangkatan pertama
  2. Penyelenggara : Penangung jawab penyelenggaraan adalah kwartir yang menerima ETK
Peserta yang Hadir : Kwartir Penerima
  1. Mabida/Mabicab/mabiran, dll
  2. Anggota muda : Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega
  3. Anggota Dewasa : Pengurus kwartir, Pembina, Andalan, Instruktur, Pamong dll
  4. Organisasi kemasyarakatan
Formasi Barisan
  1. Kedua regu berjajar, menghadap tujuan
  2. Pembina upacara (Mabi regu penerima) menempatkan diri di depan barisan diikuti oleh pembina pendamping
  3. Mabi regu yang menyerahkan menempatkan diri di depan pembina upacara (berhadapan)
Susunan Acara

1. Pasukan berhadapan (dipimpin oleh komandan regu penerima)
2. Penghormatan kepada Regu yang akan menyerahkan, “ Kepada Regu 
pembawa Pataka-Hormat grak!, ... Tegak Grak!... (oleh Danru penerima). Setelah memberi aba-aba, Danru penerima segera mengambil tempat di sebelah kiri Pembina Upacara. 
3. Komandan Regu yang menyerahkan menempatkan diri sebelah kiri Mabi yang akan menyerahkan
4. Serah Terima ETK
  • Petugas pembawa Pataka menyerahkan Pataka kepada Mabi yang menyerahkan
  • Mabi yang menyerahkan, menyerahkan Pataka kepada Bin Up disertai ucapan : “Kami serahkan Pataka Tunas Kelapa untuk diteruskan sampai tujuan.”
  • Pembina Upacara menerima Pataka, dengan ucapan : “Kami teruskan Pataka sampai tujuan."
  • Pembina Upacara menyerahkan Pataka Tunas Kelapa kepada Komandan Regu (Danru) yang meneruskan.
  • Penyerahan seluruh perlengkapan Estafet dari regu yang menyerahkan kepada regu yang menerima.
  • Mabi yang menyerahkan kembali menuju tempat undangan.
  • Dua orang Komandan Regu (Danru) kembali ke tempat semula
5. Pasukan menghadap tujuan (jaba-aba Danru Penerima).
6. Pengucapan tema ETK oleh Pembina Upacara ditirukan oleh seluruh peserta upacara. (Pembawa Pataka Maju dan menyerahkan Pataka kepada Pembina Upacara), setelah selesai kembali ke tempat semula. 
7. Pembacaan Do'a oleh petugas
8. Pembina Pendamping yang meneruskan pembawa bendera start maju, di samping Bin Up. Diteruskan penyerahan bendera start kepada Bin Up.
9. Pemberangkatan ETK oleh Pembina Upacara 'Tiga... Dua...Satu Maju Jalan!"
10. Penghormatan kepada regu Penerus, dipimpin oleh Danru yang menyerahkan. “Kepada Regu ETK, hormat... grak! Tegak grak!" (oleh Danru yang menyerahkan)
11. Selesai

Acara Penyemayaman


Peserta yang Hadir
  1. Mabida/Mabicab/mabiran, dll
  2. Anggota muda : Siaga, Penggalang, Penegak, Pandega
  3. Anggota Dewasa : Pengurus kwartir, Pembina, Andalan, Instruktur, Pamong dll
  4. Organisasi kemasyarakatan
  5. Pembina upacara : Majelis pembimbing/ketua kwartir
Susunan Acara
  1. Pembina upacara menempatkan diri
  2. Penghormatan kepada pembina upacara (Bin up)
  3. Laporan pemimpin upacara (pin up)
  4. Menyanyikan hymne pramuka
  5. Laporan ketua ETK
  6. Amanat pembina upacara (Bin up)
  7. Menyanyikan lagu syukur
  8. Pembacaan Do'a
  9. Laporan pemimpin upacara (Pin up)

Kegiatan Pendukung Estafet Tunas Kelapa


Untuk kegiatan pendukung ini disesuaikan dengan kemampuan masing-masing daerah dan dukungan dari pada pemangku kepentingan, kegiatannya bisa berupa perkemahan, penghijauan, bakti masyarakat, seni budaya, olahraga dan lain sebagainya.

Nah itu adalah penjelasan mengenai salah satu kegiatan pramuka yaitu Estafet Tunas Kelapa. Semoga kegiatan ini akan selalu dilestarikan oleh anak cucu bangsa ini karena kegiatan estafet tunas kelapa ini memiliki maksud dan filosofi yang mendalam.